🥳 Kisah Para Rasul 1 15 26

1) Baptisan dalam Roh dengan kuasa yang menyertainya bukanlah suatu peristiwa yang hanya terjadi sekali saja dalam sejarah gereja; peristiwa itu tidak berhenti pada hari Pentakosta (bd. ayat Kis 2:38; 8:15 ; Kis 9:17; 10:44-46; 19:6) Tidak juga pada akhir zaman rasuli. 2) Setiap orang Kristen berhak untuk mencari, mengharapkan, dan mengalami Ulasandan Informasi Latar Belakang. Kisah Para Rasul 22:1-24.Paulus memiliki keberanian untuk berbagi Injil. Rasul Paulus memiliki keberanian untuk berbagi kesaksiannya tentang Yesus Kristus meskipun ada konsekuensi yang berat (lihat Kisah Para Rasul 22:1-24).Presiden Thomas S. Monson mengajarkan bahwa keberanian untuk melakukan apa yang benar, bahkan jika tidak populer, masih dituntut 5 Kisah para Rasul memperkenalkan kita kepada para pemimpin pertama yang diangkat dalam gereja Kristen dan memberitahukan kepada kita apa persyaratan mereka. Tema-tema Kunci. 1. Bersaksi. Kata Yunani yang diterjemahkan menjadi 'saksi' berhubungan dengan kata 'martir'. Kisah para Rasul menunjukkan kepada kita betapa tinggi harga yang harus dibayar CatatanAyat Full Life - Kisah Para Rasul 22:9: Pengantar | Konteks | Kisah Para Rasul 22:9 Kisah Para Rasul 21. 21. Paulus di Tirus dan di Kaisarea. 21:1-14. 1 Sesudah perpisahan yang berat itu bertolaklah kami dan langsung berlayar menuju Kos. Keesokan harinya sampailah kami di Rodos dan dari situ kami ke Patara. 15-26. 15 Sesudah beberapa hari lamanya tinggal di Kaisarea, berkemaslah kami, lalu berangkat ke Yerusalem. 152: Paulus dan Barnabas menentang pendapat ini dan memperbincangkannya dengan mereka. Akhirnya orang-orang Kristen di sana mengutus kedua rasul itu ke Yerusalem disertai oleh beberapa orang anggota jemaat untuk berbicara dengan para rasul dan penatua di sana mengenai masalah itu. 15:3 Kisah Para Rasul 13 . Boks Temuan 13:1 Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia t ada beberapa nabi u dan pengajar, v yaitu: Barnabas w dan Simeon yang 15; 13:5; 22:14-15,21; 26:16-18. 1) Paulus dan Barnabas dipanggil untuk memberitakan Injil, membawa orang kepada suatu hubungan yang menyelamatkan dengan Kristus. Wujudistimewa dari kuasa yang ditunjukkan oleh para rasul (Kisah 15:12) mungkin berhubungan dengan fakta bahwa Yesus Sendiri telah memberi kedua belas rasul kuasa khusus-Nya sebagai utusan-Nya (Lukas 9:1). 26, Efesus 6:18, dan Yudas 1:20. Paulus tidak pernah mengkritik jemaat Korintus dalam penggunaan karunia ini (1 Korintus 14:39 KisahPara Rasul 1:4 1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, 15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, 26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. Kisah Para Rasul 1. 1. Lukas Menulis Buku yang Lain. Yudas sudah pergi ke tempat yang pantas bagi dia." 26 Kemudian mereka mengambil undi^ kedua nama itu, dan Matiaslah yang terpilih. Jadi, ia menjadi seorang rasul bersama kesebelas rasul itu. Kisah Para Rasul 1:15; Kisah Para Rasul 1:17; Kisah Para Rasul 1:18; Kisah Para Rasul 1:19 KisahPara Rasul 2:37 The Pentecostal Sermon (Kisah Para Rasul 2:14-41) Apostles address the inhabitants of Jerusalem (BROUWER, Claes) Apostles preaching the gospel, The (DORÉ, Gustave) Peter's first preaching (HEEMSKERCK, Maerten Jacobsz van) Pentecost (HORENBOUT, Gerard) KISAH RASUL-RASUL 1:15-26 KISAH RASUL-RASUL 1:15-26 BM Beberapa hari kemudian, pengikut-pengikut Kristus berkumpul. Kira-kira seratus dua puluh orang pengikut hadir dan Petrus berdiri untuk berkata-kata. Dia berkata, "Saudara-saudara! Apa yang tertulis di dalam Alkitab harus berlaku. akbh. Ayat Alkitab Kisah Para Rasul 115-26 Judul Renungan; Kehidupan Sebagai Seorang MuridKisah Para Rasul 115-26 TB 15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata 16”Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. 17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini.” 18 – Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. 19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri ”Hakal-Dama”, artinya Tanah Darah –. 20 ”Sebab ada tertulis dalam kitab MazmurBiarlah perkemahannya menjadi sunyi,dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnyadan Biarlah jabatannya diambil orang Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, 22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.”23 Lalu mereka mengusulkan dua orang Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. 24 Mereka semua berdoa dan berkata ”Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, 25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.” 26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul perikop ini, saya membawa Anda merenungkan dua poin yang cukup penting dan ini mencerminkan siapa Anda dan saya sebenarany. Dan bagaimana kasih Allah membawa kita keluar dari kehidupan yang sia-sia ke dalam kehidupan yang penuh makna yang didasarkan pada kasih-Nya yang berkuasa. Tanpa kita rencana Yesus tetap berjalanPara murid, Yesuslah yang memilih mereka untuk mengikuti Dia, untuk bersama-sama dengan Dia berjalan menyertai Dia dan belajar dari Dia. Kita tahu bahwa Yesus benar-benar mengenal mereka dan menginginkan kehidupan mereka berbalik dari dosa dan hidup seperti yang Yesus telah rencanakan bagi mereka. Yesus membawa mereka untuk melihat pelayanan-Nya sehingga pada akhirnya nanti mereka melayani seperti yang pernah Dia bagaimana ceritanya, salah satu murid-Nya tidak pernah bertobat, tidak pernah mengerti apa yang Yesus inginkan atas hidupnya. Pada dasarnya ketika Anda mempelajari kitab Injil, Anda akan melihat satu fakta bahwa para murid pada dasarnya tidak pernah benar-benar mengerti apa yang Yesus sedang kerjakan atas kehidupan mereka. Mereka semua memiliki pengertian masing-masing ketika mengikut Yesus, itu juga yang ada di dalam hati dan pikiran salah satu murid-Nya. Yaitu Yudas yang menjual Yesus untuk kesenangannya sendiri, untuk memenuhi agenda yang ada di dalam pikirannya, untuk mendapatkan kehidupan yang menurid-Nya ideal. Yesus secara fisik mengikut Yesus, namun sebenarnya sudah lama ia berkhianat kepada Yesus, Dia memang enggan untuk bertobat, untuk secara tulus mengasihi penting dari penghianatan Yudas, yang saya renungkan ketika saya telah dengan sadar saat ini dipilih oleh Yesus sebagai murid-Nya. Apakah saya benar-benar percaya kepada Dia untuk memberikan kehidupan saya diarahkan oleh firman-Nya untuk melakukan kehendak-Nya dan hidup bersekutu dengan saya berjalan seperti yang hati Yudas saya inginkan, saya tidak menginginkan kehendak Yesus, yang saya inginkan kehendak saya dan Yesus menyertai saya. Saudaraku, cerita pemilihan murid yang baru ini, memberikan kepada kita satu pengertian bahwa kehidupan bukan tentang kita dan tanpa kita kehidupan yang ada di dalam kebenaran untuk memberitakan kebenaran Yesus, akan terus menjadi pertanyaan saya bagi diri saya sendiri dan diri Anda yang membaca renungan ini. Apakah kita telah masuk dan benar-benar menginginkan kehendak Allah di dalam Yesus terjadi atas hidup kita agar kita kerjakan sampai pada hari kematian kita. Apa yang sangat penting bagi saudara, apakah Yesus kehendak-Nya atas kehidupan perlu berdoa berdasarkan kebenaran ini, agar kuasa Injil membukakan diri kita yang memiliki hati Yudas, hati kita yang jahat. Agar Allah sendiri membawa kehidupan kita pada kasih karunia-Nya sehingga kita dimampukan untuk hidup melakukan rencana-Nya, kasih-Nya dan mampu memberitakan Injil-Nya kepada dunia. Poin berikutnya, saya berdoa dapat mempertegas kepada kita apa yang harus kita kerjakan di dalam kasih karunia. Sebelum kita melayani Dia dan kehendak itu benar-benar nyata dapat kita kerjakan di dalam kehidupan kita yang sangat singkat di dalam dunia harus bertobat setiap hariKasih karunia yang diberitakan Injil, berpusat pada apa yang secara sempurna telah Yesus kerjakan melalui kehidupan-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya. Semua ini membawa kehidupan kita pada pertobatan sejati yang mengubahkan kita sehingga kita menjadi seseorang yang semakin hari semakin membenci dosa, mengasihi Tuhan dan sesama para murid, setelah kematian dan kebangkitan Yesus, seharusnnya menjadi bagian yang melekat di dalam diri kita. Untuk hidup sebagai murid Yesus yang setiap hari melihat dosa di dalam diri, kecenderungan yang berlawanan dengan kehendak Allah dan bertobat dengan penuh kesadaran untuk kembali hidup melakukan apa yang Yesus artinya kita mengakui semua hal yang salah di dalam diri, pemberontakan kita rencana terbaik bagi kehidupan yang tidak berdasarkan firman. Kehidupan yang menjauh dari kasih Allah, hati dan pikiran yang penuh kebencian dan rasa khawatir karena tidak berpenyerahan kepada Yesus. Setiap kita memiliki agenda di dalam diri yang tidak berdasarkan keinginan Yesus, agenda ini haruslah diserahkan pada Yesus dan meminta Dia membawa kita pada agenda-Nya, pada apa yang ingin Dia kerjakan melalui perlu selalu mempelajari Alkitab kita, agar kita semakin mengenal Yesus yang kita sembah. Kita perlu hidup untuk selalu taat kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, kita perlu hidup sebagai seseorang yang terus berseru-seru kepada Yesus pada saat-saat paling gelap dalam kehidupan kita. Pertobatan kita adalah kehidupan yang benar-benar terpusat pada Yesus, hidup bukan lagi tentang apa yang kita inginkan, melainkan yang Yesus inginkan. Inilah kepuasan sejati, inilah tujuan hidup yang baru dalam kita, didasarkan pada kebencian yang sangat dalam terhadap dosa, kebencian yang sangat kuat pada dosa. Kita mengasihi Yesus dan berduka ketika mendapati hati kita berdosa, kita bersyukur ketika agenda kita gagal, namun kita semakin mengenal Yesus dan mengasihi Dia di dalam kehidupan pada murid yang bertobat, kita melihat dengan jelas kebangkita Yesus sebagai sumber pengharapan iman kita, bahwa apa yang kita kejar, kita kerjakan dan mimpikan. Di dalam kasih karunia-Nya, semua itu tidak pernah sia-sia. karena apa yang apa yang kita agendakan selalu terhubung pada Injil bernilai kekal, yaitu kita semakin mengasihi Yesus yang kita kenal dan mengasihi segala hal yang Yesus kasihi dan semakin membenci dosa sehingga kita setiap hari bertobat. Amin. Matias Terpilih Menggantikan Yudas Pendahuluan Setelah Tuhan Yesus terangkat ke Surga sampai pada turunnya Roh Kudus, selain berdoa dengan tekun, para Rasul yang dipimpin oleh Petrus melakukan satu kegiatan rohani yang penting, yakni memilih Matias sebagai rasul menggantikan Yudas Iskariot yang mati bunuh diri. Sungguh dramatis sekali akhir hidup Yudas ini. Tapi 1 Timotius 610 telah memperingatkan kita “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai kejahatan.” Memilih seseorang menjadi rasul tidaklah mudah, karena menjadi rasul harus memenuhi beberapa persyaratan ayat 21-22, antara lain pertama, menjadi saksi kebangkitan Kristus. Menjadi saksi kebangkitan Kristus berarti berbicara tentang fungsi seorang rasul. Seorang rasul tidak hanya tahu tentang Yesus sepintas, tapi ia mengalami kehadiran-Nya yang betul-betul hidup. Kedua, seorang rasul hendaknya diambil dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan para rasul selama Tuhan Yesus bersama-sama mereka. Persyaratan yang ditekankan di sini adalah, hendaknya seorang rasul memiliki persekutuan dengan saudara seiman dan dengan Kristus. Jangan Salah Pilih! Kesalahan terbesar yang tidak bisa dicegah adalah ketika kita memilih pemimpin yang salah untuk memimpin. Kadang kala tanpa kita sadari, kecenderungan kita memilih seorang pemimpin berdasarkan apa yang nampak dari luarnya. Kita melihat kemampuannya, kehebatannya dan apa yang dimiliki oleh orang itu. Tapi apa kita lihat dari luarnya belum tentu menampilkan 100% apa yang ada dalam hatinya. Samuel pernah hampir salah mengurapi orang yang akan dipilih Tuhan menjadi raja menggantikan Saul. Samuel hanya melihat seseorang yang pantas menjadi raja dari fisik dan penampilannya. Seandainya prinsip Samuel dipakai dalam gereja Tuhan, alangkah berbahayanya. Karena kita akan selalu salah memilih seseorang yang akan melayani Tuhan dan menjadi pemimpin dalam gereja. Maaf, bukan berarti mengecilkan kemampuan atau karunia seseorang tapi yang terutama adalah hati. Sangat menyedihkan jika gereja Tuhan dipimpin oleh orang-orang yang memiliki kemampuan tetapi tanpa hati. Justru sebaliknya kita harus seimbang memilih seseorang dari segi hatinya dan kemampuannya. Karena orang yang memimpin dengan kemampuannya akan menjadi sombong sebaliknya orang yang memimpin dengan hati akan melayani dengan kerendahan hati. Seperti murid-murid Yesus untuk memilih seorang pengganti Yudas Iskariot, para murid berdoa dan meminta agar Tuhan menunjukkan orang yang tepat menjadi salah satu angota tim dari keduabelas murid Yesus. Mereka memilih anggota tim bukan berdasarkan apa yang mereka lihat, tahu, kenal atau berdasarkan standard manusia tapi sesuai dengan standard Allah yakni; melihat hati. Ayat 26 “Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.” Praktek membuang undi adalah suatu hal yang wajar dalam PL. Dalam PB, para prajurit membuang undi untuk mendapatkan pakaian Tuhan Yesus Mat. 2735. Akan tetapi, setelah pencurahan Roh Kudus, kebiasaan membuang undi ini, berhenti. Ini berarti, usaha mencari pimpinan rohani haruslah lebih serius lagi daripada sekadar membuang undi. Mencari pimpinan rohani haruslah dilandasi dengan banyak berdoa, membaca firman Tuhan dan memiliki kepekaan rohani terhadap gerakan Roh Kudus. Seperti yang Yesus katakan dalam Yohanes 1416 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.” Supaya Genap Dua Belas Mengapa Yudas perlu digantikan? Pertama, agar jumlah rasul tetap utuh dua belas sebagaimana pertama kali Tuhan Yesus memilih para murid-Nya. Angka dua belas penting bagi umat Yahudi karena mereka sendiri terdiri dari dua belas suku. PL memang mencatat Tuhan menghukum keras suku-suku Israel karena keberdosaan mereka. Namun PL juga menjanjikan pemulihan terhadap mereka. Mereka dikatakan akan dipersatukan kembali, seperti masa dua belas suku bersatu. Yesus telah menubuatkan kedua belas rasul pilihan-Nya bahwa mereka akan memimpin umat Tuhan bersama Yesus dalam kemuliaan-Nya kelak Mat. 1928. Ini senada dengan kutipan Mazmur oleh Petrus di ayat 20a bahwa musuh Tuhan harus dimusnahkan Mzm. 6926, dan jabatannya harus digantikan Mzm. 1098. Agar kekristenan diterima dan diakui orang Yahudi maka dua belas rasul merupakan pasangan yang tepat dengan dua belas suku Israel. Alasan kedua, Yudas harus digantikan untuk mengembalikan keutuhan dan kemurnian keduabelas rasul yang dinodai oleh pengkhianatan dirinya. Petrus memaparkan kematian Yudas yang mengerikan sebagai upah kejahatannya ayat 18-19. Pengganti Yudas harus memenuhi syarat, seorang yang pernah bersama Yesus semasa hidup-Nya dan juga menjadi saksi bagi kebangkitan Kristus ayat 21-22. Namun yang paling penting adalah, proses pemilihan itu secara final diserahkan kepada Tuhan Yesus sendiri, agar Dia yang menentukan ayat 24-25. Refleksi Apa yang dilakukan Petrus dan murid-murid Yesus lainnya mungkin tidak lazim bagi kita yang hidup pada masa kini, tetapi memiliki makna yang penting secara teologis dan masih relevan untuk dijadikan panduan 1. Penyelesaian masalah di gereja selalu harus berdasarkan kebenaran firman Tuhan yang digali dan diterapkan secara tepat. Libatkanlah Tuhan dalam seiap pengambilan keputusan. Bahkan untuk hal-hal yang secara logika sudah tepat menurut kita. 2. Dosa kesalahan harus cepat dibereskan. 3. Pemilihan kepemimpinan harus memenuhi kriteria tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan. 4. Melalui doa yang sungguh-sungguh gereja menyerahkan keputusan final pada Tuhan bukan pada kebijaksanaan manusia. dari berbagai sumber Postingan Terkait 0% found this document useful 0 votes290 views1 pageOriginal TitleKisah Para Rasul 1 15 - 26Copyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes290 views1 pageKisah para Rasul 1 15 - 26Original TitleKisah Para Rasul 1 15 - 26Jump to Page You are on page 1of 1Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

kisah para rasul 1 15 26